BACKSTREET?

Mungkin di antara kita para remaja sudah tidak asing lagi dengan istilah pacaran Backstreet , apalagi dengan remaja di antara umur 13 – 17 tahun atau yang berada di bangku sekolah , atau bahkan yang sudah memasuki bangku perguruan tinggi , pasti tidak asing lagi dengan kata – kata pacaran backstreet .

Pacaran Backstreet , adalah pacaran yang dilakukan secara diam – diam , tanpa di ketahui oleh siapa pun , kecuali oleh sepasang pasangan yang sedang pacaran dan Tuhan . Pacaran backstreet memang menyenangkan , apalagi ketika tidak ada satu orang pun yang tahu , apa yang kita lakukan saat pacaran , atau siapa pacar kita .

Mungkin istilah “kalau sudah pacaran , dunia serasa milik berdua , yang lainnya ngontrak” itu tepat dalam dunia backstreet . Joke itu sering kali di ungkapkan kepada remaja yang sedang dilanda masalah cinta . Dan ketika dunia merasa milik berdua , remaja sering kali melupakan orang – orang yang berada di samping mereka , dan melupakan aturan – aturan yang ada kalau mereka di larang berpacaran . Tentu saja , para remaja pun tidak akan kehilangan akal untuk membuat cinta mereka bersatu , salah satu nya dengan pacaran diam – diam atau backstreet .

Sebenarnya , pacaran backstreet itu susah – susah gampang , tergantung bagaimana kita mengatur waktu dan sejauh mana kita bisa menyimpan rahasia dari orang lain termasuk orang tua . Tapi , kita juga harus sadar kalau semua hal yang kita lakukan ada konsekuensi nya , sama halnya dengan pacaran backstreet .

Apa aja sih akibat dari pacaran backstreet ?

Pacaran backstreet rentan konflik

Konflik dalam pacaran backstreet bukan saja datang dari orang tua dan anak , tapi juga dari dua orang yang sedang menjalani pacaran itu . Konflik dengan orang tua biasa nya terjadi jika orang tua sudah mulai curiga dengan anaknya yang sering keluar tanpa bilang mau kemana , atau pulang sekolah sering kali terlambat . Dan tentu saja , hal itu akan membuat konflik di antara dua orang yang sedang backstreet tersebut , mereka sering kali kesulitan untuk mengatur waktu mereka bertemu karna pasti akan di awasi dengan ketat dengan orang tua mereka .

Depresi

Pacaran backstreet itu lebih berat dari pacaran normal . Kenapa ? Karena orang yang menjalani pacaran backstreet mempunyai beban 2 kali lipat dari orang yang berpacaran biasa . Orang yang berpacaran backstreet harus menyimpan rahasia tentang hubungannya dengan pacarnya dari orangtua , mereka juga harus menahan diri mereka agar tidak mencurigakan di depan orang tua , dan bahkan , mereka tidak bisa bercerita kepada siapapun jika mereka putus nanti .Belum lagi dengan rasa bersalah yang akan menghantui selama pacaran . Beban fikiran itu yang membuat orang yang pacaran backstreet mengalami depresi . Kalau sudah begini , siapa yang salah ?

Resiko di Tanggung Pelaku

Banyak sekali resiko yang ada dalam pacaran backstreet , seperti hamil diluar nikah , depresi , bahkan gila . Ini disebabkan karena para pelaku pacaran backstreet tidak bisa mengutarakan perasaan mereka saat berpacaran , atau saat ada konflik dalam proses berpacaran . Yaah .. namanya juga backstreet , sedikit masalah bisa membuat remaja merasa orang yang paling menyedihkan dan sendirian .

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menghindari pacaran backstreet , salah satu nya adalah dengan mengutarakan keinginan kita untuk pacaran kepada orangtua , atau orang – orang yang ada di sekitar kita . Hal ini sangat penting , walaupun tidak membuat orangtua mengijinkan untuk pacaran , tapi atleast kita tidak akan di hantui perasaan – perasaan yang menakut-nakuti saat berpacaran . Kalau memang alasan kita tidak neko – neko untuk pacaran , orangtua pasti akan lebih realistis , dengan kata lain mereka akan berfikir kalau sudah begini ya mau bagaimana ? Mereka pasti akan memberikan solusi / jalan keluar yang baik bagi kita yang sedang kasmaran di masa – masa labil seperti ini . Sedangkan jika memang harus putus , tidak ada salahnya kita juga harus bersikap realistis .Karena orangtua tentu lebih berpengalaman dari kita dan alasan orangtua lebih common sense tentu saja mereka lebih tahu apa yang kita butuhkan . Jangan sampai para remaja menjadi korban ‘cinta’ sesaat dengan melanggar rambu – rambu pacaran saat menjalani pacaran backstreet , ‘ga mau kan madesu gara – gara backstreet ? (By Red.)

About smaksanjose

SMA Katolik Santo Yoseph Denpasar Bali Indonesia
This entry was posted in ARTICLE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s