Kesan Pertama di SANJOSE

By Amalia Made Adinda Puteri

Sehari sebelum hari yang mendebarkan itu, aku harus ikhlas untuk tidak mengantar kakakku ke bandara. Aku harus memastikan segala sesuatunya sudah siap untuk digunakan besok. Peralatan MOS hingga kaos olahraga dan celana hitam pun sudah kusiapkan di atas sebuah meja di sudut kamarku. Bukan hanya aku yang melakukan hal ini, tetapi semua calon siswa yang akan menghadapi MOS di hampir setiap sekolah. Malam itu berlalu begitu cepat, ketika aku harus bangun dengan rasa canggung dan takut yang tak tertahankan. Aku berangkat saat matahari belum sedikitpun menunjukan sinarnya. Melihat jalanan yang sepi sembari menghirup segarnya udara pagi. Aku masih ingat ketika aku harus menunggu panitia membuka pintu gerbang bersama dengan peserta lain. Disaat itulah aku mulai berkenalan untuk mencari teman sepenanggungan selama MOS.

Kegiatan MOS diawali dengan upacara bendera di dalam aula. Dapat terlihat wajah-wajah putus asa dari beberapa peserta MOS. Setelah upacara itu, kegiatan kembali dilanjutkan dan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Begitu sterusnya sampai hari terakhir kegiatan MOS. Kegitan berlangsung tanpa kekerasan dari panitia MOS. Hal yang paling seru dalam kegiatan ini adalah saat peserta harus mengumpulkan tanda tangan panitia sebanyak mungkin. Bukan sesuatu yang mudah untuk mendapatkan tanda tangan panitia. Tidak jarang panitia MOS menyuruh peserta melakukan hal-hal seperti menyanyi, berjalan layaknya seorang model dan mencari nama lengkap mereka.

Di akhir kegiatan, panitia menunjukan pementasan kegiatan selama MOS yang dirubah menjadi suguhan yang ringan dan lucu. Panitia berperan gila-gilaan hingga membuat seluruh isi aula terkekeh geli melihatnya. Tidak pernah kami bayangkan, panitia yang selalu irit senyum di hari-hari sebelumnya dapat membuat kami tertawa terbahak-bahak. Tidak hanya pementasan, panitia juga menampilkan slide show kegiatan dari pra-MOS hingga kegiatan MOS berakhir. Awalnya memang hanya foto-foto keseriusan panitia dan ketegangan peserta, namun semakin jauh foto-foto yang ditampilkan adalah foto-foto lucu yang terjadi saat kegiatan MOS. Slide ini bukan hanya mempermalukan peserta tetapi juga panitia.

Hari berganti begitu cepat, saat kita harus mengakhiri kegiatan MOS yang tak terlupakan ini. Mengganti berbagai atribut yang dikenakan selama MOS dengan pakainan seragam putih abu-abu. Mungkin kelegaan ini bukan hanya peserta yang merasakan, tetapi juga panitia yang rela mengorbankan waktunya untuk mempersiapkan seluruh kegiatan MOS. Mereka adalah orang-orang yang patut dihargai karena tidak semua orang mau merelakan waktunya untuk mengurus urusan orang lain. Belum lagi persiapan yang mereka lakukan sebelum dan selama kegiatan ini berlangsung.

 Ada juga masalah yang dilakukan oleh seorang peserta saat MOS melalu dunia maya. Ia menulis sebuah status yang merendahkan panitia MOS. Entah anak itu sudah bosan hidup atau pingin nyari sensasi, ya entahlah. Tetapi yang jelas dia langsung terkenal di kalangan panitia MOS dan menjadi trending topic di beberapa jejaring social. Tidak dapat disalahkan jika panitia memberikan sanksi kepada anak itu, karena panitia sudah bekerja keras untuk kegiatan ini dan anak ini seperti tidak menghargai pengorbanan panitia. Terlepas dari masalah ini, saya dan semua peserta MOS merasakan kegiatan MOS yang sangat kekeluargaan, walaupun awalnya kita tidak menyadari hal ini. MOS SMAK SANTO YOSEPH adalah MOS terbaik karena tidak melakukan kekerasan pada calan siswa-siswi. Selain mengajarkan kedisiplinan, panitia juga mengajarkan rasa kekeluargaan kepada peserta. Hal ini dapat terlihat dari keakraban dan kekompakan panitia selama kegiatan ini. Mereka seakan menomerduakan kepentingan pribadi mereka.

“Maju terus OSIS SANJOSE, tetaplah berkarya di bawah naungan yayasan Insan Mandiri”

About smaksanjose

SMA Katolik Santo Yoseph Denpasar Bali Indonesia
This entry was posted in ARTICLE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s