SEPEDA MOTOR Atau SEPEDA PANCAL YA???

Di suatu siang yang panas di bawah terik matahari di menit-menit terakhir sebelum pulang sekolah. Bahagia sekali rasanya mendengar bel pulang berbunyi. Dengan secepat kilat aku langsung pulang ke rumah. Sesampainya dirumah aku langsung ke kamarku yang kecil, ganti baju, lalu ku pelototi semua PR, Catatan dan Ulangan. Saat melihatnya kepalaku serasa berat rasanya seperti mau peceh dan hatiku berkata “Kenapa guru-guruku semangat sekali ngasih tugas ama ulangan???” yang ku inginkan hanya makan, lalu tidur dan saat aku bangun semua PR dan catatan sudah selesai.

Alangkah bahagianya aku kalau itu semua kenyataan, tapi aku tahu hal semacam itu hanyalah impian orang malas. Setelah makan siang aku langsung berbaring di ranjangku dan kebetulan di kamarku ada gambar Yesus yang mengendarai sepeda dengan seorang anak kecil, kulihat gambar itu dengan seksama sambil berpikir “Apakah yang akan yesus katakan padaku di saat seperti ini??? atau apa yang akan Dia lakukan bila Ia sedang berada di posisiku saat ini ???”. Karena kekenyangan akhirnya akupun tertidur.

Lalu aku bermimpi, di dalam mimpiku aku melihat dua kendaraan. Di sebelah kanan ada Sepeda Motor Sport kerengaul yang catnya mengkilap dan juga ada perlengkapan motor yang keren-keren, suaranya nyaring dan warnanya juga keren kemudian aku melihat ada seorang pemuda macho dan tampan sedang duduk di atas motor itu. Lalu di sebelah kiri aku melihat Yesus sedang memompa ban sepeda dan mengecek rantainya, Sepeda itu adalah sepeda tandem dengan dua tempat duduk, Yesus menghampiriku dan berkata padaku “Ayo mengayuhlah bersama Ku” ketika aku lihat pemuda tadi, Ia hanya tersenyum padaku dengan kerennya ia tanpak gagah, macho, keren dan pemberani dengan motor itu. Aku ingin mencoba naik motor itu, tapi Yesus berkata “Jangan mencobanya nanti kamu akan bosan” aku merasa seperti Yesus bisa membaca pikiranku. Akhirnya aku naik ke sepeda tandem itu bersama dengan Yesus.

Pada awalnya sepeda itu ringan karena baru saja di pompa, tapi lama kelamaan sepede itu akhirnya jadi berat, jalan yang kami lalui berbatu dan tidak rata juga berkelok-kelok dan Yesus ada di belakangku membantuku mengayuh sepeda, tak tahu kenapa aku tiba tiba melihat pemuda yang naik motor tadi melaju dengan cepat di sebuah jalan aspal, suara motor itu ribut sekali dan pemuda itu terlihat sangat mengagumkan juga banyak wanita cantik tergila-gila padanya. Saat sedang tertegun melihat pemuda itu aku tidak memperhatikan jalan jadi aku dan Yesus hampir menabrak. Tapi reflek Yesus sangat cepat Ia langsung menarik Rem. Aku tidak tahu kapan Yesus mengajakku bertukar tempat, tapi saat aku yang memegang kendali aku hanya ingin mengambil jalan pintas, perhatianku sering teralihkan dan saat aku tahu jalan mengayuh sepeda itu terasa sangat membosankan dan saaaangat berat, tapi lebih dapat di prediksi. Tapi ketika Yesus yang memegang kandali Ia tahu jalan yang panjang  dan menyenangkan saat melalui jalan panjang itu aku bisa mendengar kicauan burung yang merdu, banyak pohon yang besar di kiri kanan jalan bagaikan sedangmenyambutku, udaranya sejuk dan aku juga bisa merasakan angin sepoi-sepoi yang menerpa rambutku akujuga dapat mencium aroma bunga dan rumput, Ia membawaku mendaki gunung juga melewati hutan dan batu karang terjal dengan kecepatan yang sangat menegangkan. Di saat seperti itu aku hanya bisa bergantung padanya, terkadang rasanya seperti sesuatu yang gila tapi Ia berkata “Ayo kayuh terus pedalnya!” Aku takut sekali dan berkata “Aku mau di bawa kemana???” Tapi Yesus hanya tertawa dan tak menjawab, dan aku mulai belajar untuk bergantung sepenuhnya kepada Nya, aku memasuki dunia yang baru yang penuh dengan petualangan menegangkan dan sulit aku duga, aku di ajakNya meninggalkan dunia yang membosankan. Dan ketika aku berkata “Aku takuuut” Yesus menurunkan kecepatan dan mengayuh santai, sambil menggemgam tanganku. Ia juga membawaku kepada orang-orang yang menyediakan hadiah yang aku perlukan.

Orang-orang itu memberikan aku hadiah-hadiah, bekal dan Sukacita yang ku butuhkan untuk melanjutkan perjalanan… Perjalanan bersama Yesus yang sangat aku cintai. Lalu kami kembali mengayuh. Kemudian Yesus berkata “Berikanlah hadiah itu kepada orang yang lebih membutuhkannya jika tidak hadiah-hadiah itu hanya akan menjadi beban untuk kita”, maka aku pun melakukannya, kami memberikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang kami jumpai saat aku membagikan hadiah itu aku merasa sangat bahagia dan aku belajar bahwa memberi membuat hatiku sangat gembira. Dan ketika ku kayuh lagi sepeda itu sepeda itu, tiba-tiba sepeda itu terasa ringan kembali ternyata karena orang yang kami beri hadiah memompa sepeda kami untuk kami.

Saat aku lihat Pemuda yang menaiki motor tadi aku sudah tidak ada ketertarikan sama sekali padanya. Karena dia hanya melaju untuk kesenangannya sendiri, dia juga pasti bosan karena jalan yang dia lalui hanya lurus mulus tanpa ada tantangan sedikitpun dia seperti sedang melaju kencang di jalan TOL yang sepi, dia tidak bisa merasakan terpaan angin sepoi-sepoi yang kurasakan, dia tidak bisa mendengar kicauan burung yang merdu Ia juga hanya bisa mencium bau asap dari motornya sendiri,dan aku belajar bahwa hal yang instan malah akan membuatku merasa sangat bosan. Dia juga mendapat hadiah yang sama banyak denganku tapi ia tidak mau membaginya untuk orang-orang yang ia jumpai. Karena itu dia sangat kerepotan akan menaruh semua hadiah itu dimana. Pemuda tampan dan macho itu sekarang kelihatan kacau, bingung, frustasi, bosan dan kesepian.

Sesungguhnya pada mulanya aku tidak ingin mempercayakan hidupku sepenuhnya kepada Nya(Yesus). Aku takut Ia hanya akan membuat hidupku menjadi berantakan, tapi Yesus tahu rahasia mengayuh sepeda. Ia tahu bagaimana menikung di tingkungan tajam, Ia tahu bagaiman cara melompati batu karang yang tinggi, Ia juga bisa terbang melewati tempat-tempat yang menyeramkan. Aku belajar untuk diam, berpasrah, memberi dan terus mengayuh, mengayuh dan terus mengayuh apapun yang terjadi sambil menikmati pemandangan. Kulihat lagi pemuda tadi. Ia jadi sangaaat hancur lalu ia masuk ke sebuah jalan bawah tanah gelap yang tak ada ujungnya…………….

 Dan ketika aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan Ia memegang tangan ku dan berkata “Mengayuhlah terus, Aku bersamamu”.

Lalu akupun terbangun dan ketika aku melihat tumpukan PR dan ulangan aku sudah melihatnya dengan tidak terlalu frustasi, kupikir itu hanya karena aku baru saja bangun tidur.Tapi sekarang aku ingin menyelesaikan semua tugas-tugas itu.

satu persatu, sedikit demi sedikit ,selangkah demi salangkah sampai selesai dan aku ingin puas atas apa yang aku raih dengan usahaku, melewati rintangan, merasakan hidup yang penuh petualangan dan ku awali langkahku dengan hal kecil dan rintangan kecil dulu.

Penulis : Andreas Bryan Wagey

SMAK St.Yoseph

About smaksanjose

SMA Katolik Santo Yoseph Denpasar Bali Indonesia
This entry was posted in ARTICLE, CERPEN, NUANSA CINTA, OPINI. Bookmark the permalink.

7 Responses to SEPEDA MOTOR Atau SEPEDA PANCAL YA???

  1. andreas says:

    @All : bagaimana menurut kalian ceritaku bagus ????

  2. lele dumbo says:

    Amin…
    Well done Andre….
    Itu gambar andre yg gambar…?
    Kok pedal sepedanya cuman 1…? Klo mnurut ceritanya aku kira pedal sepedanya 2…hehe…

    Di tunggu cerita yang lain…
    Gbu..

  3. aku suka gambarnya lucu hahahahahah
    Stevanus Surabaya . . . . .. .
    Salam buat keluargamu HORAS!!

  4. yessy elfira says:

    nice . i like that story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s