Kualitas dan bukan Kuantitas

Saya merasa sangat sedih bila melihat banyak orang yang cenderung berpikir bahwa mereka sanggup melakukan segala sesuatu sendirian. Mereka sulit percaya orang lain dan mengira bahwa merekalah yang paling hebat dan karenanya tidak membutuhkan kehadiran orang lain. Kita diciptakan untuk saling melengkapi dan saling berinteraksi satu sama lain untuk bisa memperoleh hasil yang terbaik. Melihat situasi seperti ini saya memberanikan untuk menulis tulisan ini untuk saya publish-kan, bukan untuk merasa hebat tetapi saya mau mengajak dan melihat situasi yang ada di sekitar kita, atau kita masih melakukannya sendiri. Dalam tulisan saya kali ini saya akan sedikit mengulas keterjebakan kita dalam hal kualitas dan bukan kuantitas dalam pelayanan kehidupan kita.

Coba kita lihat dunia nyata dalam kehidupan di sekitar kita, banyak keegoisan, pingin menang sendiri serta merasa hebat dan paling benar. Contohnya dunia percaya bahwa semakin besar atau semakin banyak itu artinya semakin hebat. The more the merrier, the bigger the better. Ada banyak orang yang serabutan mengerjakan ini dan itu agar kelihatan hebat, tetapi akibatnya mereka tidak fokus dan tidak satupun yang hasilnya baik. Sementara ada banyak pula orang yang malas mengurusi satu atau dua orang saja. Buang-buang waktu, begitu pikir mereka. Ada banyak artis yang mementingkan berapa banyak jumlah penontonnya sebelum mereka menerima tawaran manggung. Seorang gitaris asal Amerika (yang tidak perlu disebuatkan namanya kerena lupa heheh….) berkata bahwa ia tidak peduli berapa jumlah penontonnya. “I don’t care if it’s 5 or 10 people. As long as they enjoy my performance, I’ll be delighted.” katanya sambil tersenyum.

Inilah sebuah sikap profesional yang bagi saya sangat indah didengar. Bagi saya sendiri jumlah tidaklah penting, karena bukan kuantitas yang saya cari melainkan kualitas. Sebagai pengajar (guru dan dosen), saya akan mengajar dengan kualitas yang sama baik ketika muridnya berjumlah puluhan atau satuan. Satu orang atau sepuluh orang, saya tetap sama seriusnya dalam mentransfer ilmu mendidik mereka. Dalam kehidupan saya pun seringkali hal-hal kecil yang sederhana atau kelihatannya sepele tetapi bisa memberi makna luar biasa, baik dalam kehidupan di dunia maupun spiritual. Bisa dilihat dalam tulisan-tulisan saya (Indahnya Dunia).

Dunia memang cenderung mementingkan kuantitas dibanding kualitas. Ironisnya ada banyak sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan yang terjebak pada pemikiran seperti ini. Mereka akan bersemangat dan merasa sekolah atau lembaganya hebat jika banyak murid/peserta didik, namun kehilangan gairah ketika melihat bangku kosong. Tuhan tidak mengajarkan atau menganjurkan kita untuk berpikir seperti itu. Kita tidak boleh memandang hina hal-hal kecil, karena seringkali berkat Tuhan pun dimulai dari sesuatu yang biasa, kecil dan kelihatan sepele. Mungkin karena pemikiran kita yang salah akhirnya membuahkan hasil didik seperti yang kita lihat di Negara kita yang tercinta ini, banyak para pelajar dan mahasiswa tawuran, suka merusak sarana dan prasarana, atau bahkan menghilangkan nyawa orang tanpa merasa bersalah. Selain itu juga kita lihat koruptor sangat merajalela sampai-sampai KPK tidak sanggup lagi. Kalau kita lihat apa yang sebenarnya terjadi? karena kadang kita terjebak dalam KUANTITAS dan bukan KUALITAS dari hasilnya.

Apakah ada diantara anda yang saat ini merasa down atau gagal karena jumlah yang dilayani sedikit atau terasa sulit berbuah? Atau adakah diantara anda yang saat ini merasa bahwa pekerjaan anda seolah terlalu kecil atau sepele? Jika saat ini anda mengalami masa surut dalam pelayanan maupun pekerjaan, tetaplah bersyukur dan tetaplah melayani atau bekerja semaksimal mungkin dengan sepenuh hati. Biar bagaimanapun apa yang Tuhan pandang adalah hati anda, bukan jumlah atau apapun yang dipandang oleh mata dunia. For God is not about the size. Size is nothing; substance is everything. Baik ketika anda melayani banyak orang atau melayani hanya satu orang saat ini, layanilah dengan segenap hati untuk menghasil buah yang BERKUALITAS dan Punya Pribadi UTUH (Bernurani, Cerdas, Mandiri). Jika kita setia dalam perkara kecil, Tuhan akan memberikan tanggung jawab dalam perkara yang lebih besar pada waktunya. Little things often lead to big things, itu harus selalu kita ingat. Tetaplah beri yang terbaik dari diri anda dalam hal-hal kecil, karena bukan kuantitas yang penting, melainkan substansi dan kualitas yang murni berasal dari hati. Mari kita bersama-sama sadar dan menyadari selanjutnya bertindak. Semoga.

Salamku Jhoe Dandy

About smaksanjose

SMA Katolik Santo Yoseph Denpasar Bali Indonesia
This entry was posted in ARTICLE, OPINI and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s