Wisata Rohani Guru dan pegawai SMAK Santo Yoseph Denpasar ke Yogyakarta

Penguatan profesi pendidik dan tenaga kependidikan adalah suatu hal yang perlu terus menerus diupayakan olehsebuah instansi kependidikan. Upaya-upaya pengutan tersebut teteu saja harus berdampak pada peningkatan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam karna peklayanan mereka untuk meningkattkan mutu pendidikan di lingkungan mereka bekerja.
Manifestasi upaya penguatan profesi tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiaatan bersama seperti workshop, diklat, semiloka, study banding, wisata rohani, dll.
SMAK Santo Yoseph Denpasar yang merupakan sebuah institusi pendidikan tentu saja terus – menerus berupaya untuk meningkatkan pelayanan penguatan profesi bagi para pendidik dan tenaga kependidikannya.  Berkenaan dengan hal tersebut, baru-baru ini, tepatnya tanggal  27- 29 Oktober 2011 mengadakan kegiatan Wisata Rohani ke Candi  Prambanan Yogyakarta, Gereja Ganjuran Bantul, Gua Maria Sendangsono, Candi Borobudur,  makam Romo Sanjoyo Muntilan, Magelang Jawa Tengah. dan mengikuti pembekalan peningkatan profesi pendidik dan tenaga kependidikan yang diselengarakan selama setengah hari di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Kegiatan-kegiatan seperti ini mungkin secara langsung tidak terlihat korelasinya bagi profesi kami sebagai pendidik atau tenaga kependidikan untuk saat ini, namun kekuatan doa bersama di sebuah tempat ziarah seperti Sendangsono (Wisata Rohani), adalah sebuah fundamen rohani bagi seorang pendidik atau tenaga kependidikan untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam tugas pelayanan mereka setiap hari.
Di samping esensi dasar seperti yang disebutkan di atas dari kegiatan ini, ada beberapa hal positif lain yang bisa dipetik dari kegiatan ini misalnya: terciptanya suasana santai, lepas dari  kepenatan rutinitas setahun atau dua tahun dalam tugas pelayanan, yang betul-betul dinikmati oleh semua peserta Wisata Rohani; terwujudnya keakraban yang semakin kuat di antara para pendidik atau  tenaga kependidikan sebagai sebuah tim yang solid dalam upaya  peningkatan kinerja masing  masing dalam  pelayanan penddikan di SMAK Santo Yoseph tempat mereka semua berkarya.
LAPORAN PERJALANAN
Kamis, 27 Oktober 2011 jam 12.00 para guru dan pegawai yang berjumlah 62 orang berangkat dari SMAK Santo Yoseph dengan menggunakan 2 bus.namun sebagian menunggu di Kapal Mengwi. Selama perjalanan semua lancar, tidak ada halangan dan semua sehat, tidak ada yang mabuk.
Hari Pertama
Jumat pagi sekitar pukul 06.00 WIB rombongan tiba di Yogyakarta, tepatnya di rumah makan Grafika, Prambanan. Rombongan berhenti untuk MCK dan sarapan pagi, dilanjutkan ke Candi Prambanan sampai sekitar jam 10.00. Memang terkesan agak terburu-buru dan kurang waktu karena rombongan harus tiba di Universitas Sanata Dharma pukul 11.00. Sebenarnya tempatnya tidak terlalu jauh tapi karena jalanan sering macet, kami harus punya cadangan waktu.
Di Universitas Sanata Dharma, kami disambut dengan ramah dan penuh kekeluargaan. Kami mengikuti pembekalan yang disampaikan oleh Bapak Sinurat mengenai bagaimana kami sebagai guru harus melayani para siswa. Tentu saja hal ini sangat berguna bagi kami dalam meningkatkan pelayanan kami kepada peserta didik. Pembekalan ini terwujud karena adanya kerja sama antara SMAK Santo Yoseph dengan Universitas Sanata Dharma. Selain itu, karena sebagian besar guru-guru Santo Yoseph adalah lulusan Sanata Dharma, jadi kunjungan kami ke Sanata Dharma terkesan seperti pulang rumah dan mengobati kerinduan. Pembekalan yang berlangsung selama sekitar 2 jam ini berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan. Setelah selesai dan foto bersama, kami pamit untuk melanjutkan perjalanan ke Gereja Ganjuran Bantul.
Di Gereja Ganjuran, kami hanya diberi waktu sekitar 1 jam karena waktu sudah mulai sore. Walaupun waktunya cukup singkat, namun tidak mengurangi kekusyukan kami. Suasana yang tenang dan alamnya yang teduh membawa kami dalam doa kepada Sang Pencipta. Semua guru dan pegawai ikut berdoa, perbedaan agama tidak menjadi halangan dalam doa kami, semua sama, ciptaan Tuhan.
Setelah dari Gereja Ganjuran kami akan check in  ke hotel, namun kami sempatkan mampir di Desa Manding Bantul, pusat kerajinan kulit untuk berbelanja. Di sini banyak hasil kerajinan dari kulit seperti sepatu, tas, ikat pinggang, dompet, tempat HP, dll yang semua terbuat dari kulit asli, dan  harganya murah sekali! Sayang kami hanya diberi waktu sedikit karena hari sudah mulai malam. (Wah . Banyak dari ibu-ibu guru yang bulan Desember mau balik lagi karena belum puas belanja, weleh-weleh!)
Malamnya, banyak alumni Sanjos yang kuliah di Yogyakarta mengunjungi kami di hotel untuk nostalgia. Waktu itu banyak guru yang sedang belanja di Malioboro tapi mereka dengan setia menunggu dan kami ngobrol-ngobrol dengan mereka sampai tengah malam.
Hari kedua
Sabtu pagi, kami berangkat ke Sendangsono. Perjalanan melewati jalan selatan yaitu Yogya  Kulon Progo, di samping tidak macet juga lebih cepat. Sekitar pukul 10.00 kami sampai terminal Promasan. Dari terminal, kami diangkut dengan angkot menuju Sendangsono karena kalau berjalan kaki terlalu jauh dan kondisi para guru yang sudah berumur tidak memungkinkan untuk mampu berjalan jauh.
Karena naiknya tidak bersama-sama, akhirnya kami berdoa sendiri-sendiri namun kami tetap kusyuk dan betul-betul suasana ziarah sangat terasa. Bagi yang pernah ziarah ke Sendangsono, ziarah kali ini merupakan kerinduan untuk berdoa kepada Bunda Maria, Sendangsono yang tenang, asri, dan teduh, seolah mengungang kami untuk berdoa dan berdoa.
Perjalanan dilanjutkan ke Candi Borobudur yang berjarak sekitar 30 km dari Sendangsono ke arah utara. Karena kami tiba di Borobudur sekitar pukul 14.00 jadi benar-benar matahari sedang panas terik. Namun, tidak mengurang semangat kami untuk naik dan berkeliling Candi Borobudur. Ada beberapa guru yang  karena sudah sering berkunjung ke candi ini, memilih duduk-duduk untuk beristirahat bahkan ada yang mencari tukang pijit untuk sekadar mengurut kaki.
Setelah dari Borobodur, perjalanan dilanjutkan ke makam Romo Sanjoyo di Muntilan untuk berdoa. Di tempat ini hanya sekitar 30 menit lalu perjalanan dilanjutkan ke bandara Adisucipto Yogyakarta untuk kembali ke Bali. Namun, kami sempat mampir di pusat oleh-oleh khas Yogya untuk membeli oleh-oleh.
Begitulah perjalanan kami para guru dan pegawai waktu wisata rohani. Terasa benar kebersamaan kami sebagai keluarga. Walaupun beda agama namun kami merasa tidak ada jarak dalam berdoa, semua tertuju, satu yaitu Tuhan! Semoga  wisata rohani ini semakin memperkaya dan menguatkan batin kami dalam menjalankan tugas kami dalam melayani peserta didik.

About smaksanjose

SMA Katolik Santo Yoseph Denpasar Bali Indonesia
This entry was posted in EVENT SANJOSE and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s