MEANING FOR THE LAST MOMENT

Tidak terasa sebentar lagi kami sudah harus meninggalkan masa-masa SMA. Masa di mana kita memperoleh banyak pengalaman dan kenangan yang tidak akan terlupakan. Mungkin diawal mula kita belum merasakan apa itu makna dari kebersamaan, persahabatan, senda gurau, ejekan, kekecewaan dan masih banyak yang kami alami, semua itu akan menjadi hal yang bermakna.
Kebersamaan,kekompakan dan kekeluargaan itu pun awalnya hadir ketika kami mulai menginjakkan kaki kami di kelas XII IPA 3.Pada awalnya rasa canggung hadir dalam kelas ketika kami tidak mengenal satu sama lainnya.Namun, lama kelamaan kami bisa saling mengenal dan mulai saling dekat.Setiap pagi kami harus menaiki tangga yang sangat banyak jumlahnya untuk mencapai kelas kami di lantai empat.Kami harus berpacu dengan waktu ketika terlambat, ya bisa dibilang olahraga pagi. Ketika bel berbunyi, doa bersama dimulai, guru memasuki ruangan kelas, dan melakukan kegiatan belajar mengajar. Semua itu rutin kita lakukan selama tiga tahun lamanya. Mungkin terasa lama dan membosankan pada awalnya namun akan terasa cepat dan bermakna pada akhirnya.
Tak terasa UN pun telah kami hadapi.Dan disaat menunggu kelulusan setelah Ujian Nasional seperti saat ini, tiga tahun itu pun mungkin akan menjadi sesuatu yang cepat dan berat untuk ditinggalkan. Seperti belajar bersama, dan dihukum pun bersamaan. Ya, itu memang sangat konyol untuk melanggar sebuah aturan yang dimiliki sekolah, apalagi dilakukan oleh seluruh murid kelas XII. Saat itu adalah hari dimana seharusnya kita memakai pakaian putih abu, namun mengingat kita tak akan bisa lagi memakai pakaian putih biru kebanggan sekolah, pada akhirnya kita pun melanggar aturan untuk mengenakan pakaian putih biru di hari yang bukan seharusnya. Tapi ternyata ada beberapa siswa yang tidak ikut melanggar, ada yang karena tidak tahu informasinya, sampai yang takut dihukum sehingga membawa pakaian ganti. Sehingga akhirnya terbagilah siswa kelas XII menjadi 2 kubu. Putih abu dan putih biru.
Hari itu menjadi hari yang berkesan bagi kami, ketika kami harus mendapatkan hukuman masal dari kepala sekolah karena pelanggaran yang telah kami lakukan. Pada pagi itu seluruh siswa kelas XII dipanggil turun ke lapangan tengah untuk diberi pengarahan Ujian Nasional dan pengarahan kedisiplinan tepatnya. Setelah kepala sekolah memberikan pengarahan Ujian, ketua MBO kami pun memulai pengarahan kedisiplinannya. Beliau membagi kita menjadi dua kubu, kubu yang memakai putih abu dan putih biru. Saat itu siswa yang berpakaian putih abu dijadikan contoh baik olehnya karena telah mematuhi peraturan sekolah dengan memakai seragam sebagaimana mestinya. Lalu salah satu orang dari kubu putih biru pun menjelaskan alasan mereka mengapa mereka melakukan pelanggaran tersebut. “kita memakai putih biru karena kita merasa bangga kita bersekolah disini. sebentar lagi kita akan lulus dan meninggalkan sekolah ini, dan mungkin ini terakhir kalinya kita bisa memakai pakaian putih biru kebanggan sekolah, karena Ujian Nasional hanya berlangsung 4 hari dimana kita hanya bisa memakai baju putih-putih dan putih abu..” jelas dari salah seorang siswa.
Setelah UN berlangsung kami murid kelas XII IPA 3 pun mulai tidak bisa menikmati kehangatan kelas yang hampir kami kunjungi untuk belajar dan bersenda gurau. Dan sampai pada hari rabu kemarin kami memutuskan untuk pergi menginap bersama di salah satu villa yang ad di bedugul selama 3 hari 2 malam bersama guru pendamping kami Pak John. Seorang guru komputer baru kami yang baru mengajar kelas kami beberapa bulan yang lalu.
Kami berangkat dari sekolah menuju bedugul pada pukul 08.30 wita menggunakan bis. Tujuan awal kami ialah menuju Kebun Raya Bedugul untuk bermain bersama sambil menunggu tamu di villa yang akan kami tempati untuk menikmati sisa waktu kebersamaan kami yang terakhir kalinya itu check out. Kami pun tiba di Kebun Raya Bedugul,di sana kami bermain,bercanda bersama dan bermain Tree Top. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 1 siang dan kami harus menuju villa kami. Pukul 13.20 kami pun tiba di tempat kami menginap. Dingin, itulah yang kami rasakan ketika sampai di villa, namun kebersamaan kami mengubah semuanya menjadi hangat. Petikan gitar dan alunan suara kami bersama menambah kehangatan di malam yang dingin. Dari memanggang hingga bercanda bersama hingga larut malam.
Tak terasa, ketika semua kegiatan ini berakhir, kita semua pun harus berpisah, tak ada lagi belajar, bercanda, atau pun bernyanyi bersama. Dimana ada pertemuan, disitu pasti ada perpisahan. Meaning for the last momment, kita menyadari bahwa semua kebersamaan yang telah kita lalui, akan benar-benar terasa ketika kita akan berpisah dengan orang-orang yang telah lama menghabiskan waktu bersama kita.

By : Shabrina Rizqi, Ryan Hendrich, Natalia Febriana
XII IPA 3 – SMAK Santo Yoseph Denpasar

About smaksanjose

SMA Katolik Santo Yoseph Denpasar Bali Indonesia
This entry was posted in EVENT SANJOSE, NUANSA CINTA and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to MEANING FOR THE LAST MOMENT

  1. Wah2, harusnya sih bagus..
    tp kok ada yg ganjal, umm… mngkn gr2 anak co yg fotonya ada di paling depan,
    yg paling “maju” tuh lo…
    wkkwkwkwkwk

  2. ryanchimo says:

    Kangennn masa SMA gara” baca postingan ini lagiii..hmmmm..
    Masa yg gak bisa d ulangi lgi tpi masih terkenang selalu…MISS U PUTIH BIRU😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s